PINTARIN.COM

CERITA TENTANG BULE JERMAN MENGEMIS DI BALI BAWA SCOOPY

Minggu, 11 September 2016 - 07:37
Foto: MIFTAHUDDIN HALIM/RADAR BALI

Setelah sempat mengemis di Tabanan, Benjamin Holst, 27, bule Jerman pengidap Filiariasis alias kaki gajah tertangkap kamera wartawan mengemis di “kampung turis” Kuta. Tepatnya di traffic light (TL) Jalan Raya Kuta, Badung, depan Bali Bakery.

Pria asal Freiburg, Jerman, ini tampak santai mengemis dengan menaikkan tangannya sambil membawa bungkus mie instant sebagai tempat menaruh uang hasil mengemis.

Menurut warga sekitar, bule Jerman itu mengemis sejak pukul 11.30 Wita di bawah terik mentari yang menyengat Pulau Dewata sejak beberapa hari terakhir.

Ia lengkap membawa peranti mengemis. Mulai dari tas hitam untuk menaruh lembaran uang kertas dan kotak mie instant untuk menaruh uang logam pecahan Rp 500- Rp 1.000.

Dilansir Jawa Pos Radar Bali, Sabtu (10/9), Saat lampu merah menyala, para pengendara motor dan mobil ada saja yang memberikan uang.

Ada pengendara memberi uang dari ratusan rupiah, dua ribu, dan ratusan ribu. Terlihat rata-rata pengendara memberikan uang di kisaran Rp 10 ribu lebih.

Bahkan, ada salah seorang pengendara memberikan uang 150 ribu. Selain itu, para pengendara juga ada yang spontan turun dari sepeda motornya untuk memberi uang kepadanya.

Padahal para pengendara motor maupun mobil tersebut tidak mengetahui masalah bule tersebut, tetapi mereka spontanitas memberikan uangnya.

Terlihat juga ketika diberi uang kertas, Benyamin langsung menyelipkan uang tersebut di tas warna hitamnya.

Barangkali, bule ini sudah mempersiapkan cara mengemis secara profesional. Tidak hanya uang, pengendara juga ada yang memberi minuman dingin.

Nah, sekitar pukul 14.41 Wita, Benjamin tiba-tiba berdiri. Mungkin sudah tidak kuat duduk-duduk di bawah terik mentari.

Dia terlihat merapikan uang dan barang bawaannya. Semua uang dari mengemis dimasukkan ke dalam tas hitam dan memasukkan air kemasannya.

Benjamin tampak tak ada kendala berarti untuk berdiri. Dia lantas berjalan ke seberang jembatan. Banyak orang mengira dia pindah mengemis di sebarang jalan.

Tapi, tiba-tiba dia mengambil motor Honda Scoopy dengan nomor polisi DK 7661 IY dan melaju dengan santai meninggalkan tempat mengemisnya. Walah…!

9 FAKTA TENTANG BULE JERMAN YANG JADI PENGEMIS DI BALI

1. Sebelum mengemis, Benjamin Holst diketahui mondar-mandir di sebuah teras bank lokal di lampu merah Jalan Bypass Ir Soekarno – Hatta, Delod Peken, Tabanan sejak pukul 12.00 Wita.

2. Benjamin Holst datang ke lokasi mengemis dengan mengendarai motor Honda Scoopy DK 3572 LT yang dia sewa dari Putu Bali di daerah Legian.

3. Setelah memastikan aman, Benjamin Holst duduk di bawah lampu merah Jalan Bypass Ir Soekarno–Hatta tanpa payung dan pelindung apapun.

4. Benjamin Holst mengaku baru dua minggu di Bali dan menginap di Mangga Bali Inn yang berada di Jalan Raya Legian Gang Mangga, Legian, Badung.

5. Sebelum ke Bali, dia mengaku dari Jakarta dan datang ke Bali melalui jalur darat. Karena kehabisan bekal selama di Bali, dia nekat mengemis.

6. Menurut penuturan warga di lokasi Benjamin Holst mengemis, sekitar pukul 17.00 Wita, dia dijemput orang bermobil menuju arah Denpasar. Sementara sepeda motor yang dia bawa diambil oleh orang lain. Benjamin kabur sebelum Satpol PP Tabanan yang dikabari warga datang menjemputnya.

7. Setelah aksinya mengemis di pinggir jalan diunggah di radarbali.jawapos.com, simpati pun berdatangan. Ada yang kasihan, tapi banyak juga yang mencibir.

8. Salah satu akun bernama Derk Reckel menyebut Benjamin Holst adalah pengemis profesional. Sebelum mengemis di Bali, Benjamin pernah menjadi bahan pemberitaan di Bangkok, Thailand, dan Philipina karena mengemis di jalan raya.

9. Di akun FB-nya, Benjamin Holst ternyata seorang sarjana dan pernah bekerja di sejumlah perusahaan dan waralaba. Dia diketahui pernah melancong ke sejumlah Negara Asia seperti Jepang, Hongkong, Thailand, Philipina dan Indonesia.

Sumber: Jawa Pos Radar Bali




BERITA LAINNYA