PINTARIN.COM

PEDULI WARGA MISKIN! ADA KOMUNITAS BERBAGI NASI, MEWAKAFKAN WAKTU DAN REZEKI

Jumat, 03 Maret 2017 - 23:27
Komunitas Berbagi Nasi Pontianak membagikan nasi kepada pemulung dan anaknya, Jumat (24/2). (Rizka Nanda/Rakyat kalbar)

Banyak yang berkeinginan bersedekah. Tapi, ada orang yang tak punya waktu melakukannya sendiri. Komunitas Berbagi Nasi Pontianak mencoba untuk konsisten melakukannya.

Sejak empat tahun silam, Komunitas Berbagi Nasi Pontianak memberikan sedekah kepada warga miskin. Setiap Jumat, komunitas yang kebanyakan diisi anak-anak muda ini, mewakafkan waktu dan rezekinya. Mereka berkeliling Kota Pontianak, membagikan nasi beserta lauk bergizi dan sehat kepada saudara-saudara yang termarginalkan.

Muhammad Ridwan adalah pegiat sekaligus didaulat sebagai Ketua Komunitas Berbagi Nasi Pontianak. Menurutnya, komuniitas yang dibentuk 13 Februari 2012 terbuka. Siapapun boleh bergabung untuk membagikan nasi yang dana diperoleh dari donatur.

"Komunitas ini terbentuk karena ada orang-orang yang peduli dengan sesama, maka kami bentuklah komunitas berbagi nasi untuk orang-orang yang kelaparan ketika malam," ujarnya kepada Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Selasa (28/2).

Klik juga:
BERKAT KEJUJURANNYA, TUNAWISMA INI KINI PUNYA PEKERJAAN DAN TEMPAT TINGGAL

Sasaran Komunitas Berbagi Nasi Pontianak ini para pekerja malam hari, orang yang tidur di emperan toko ataupun jalan. Sebelum melakukan aksi, mereka berkumpul di depan salah satu Supermarket di Jalan Teuku Umar. "Dalam menjalankan aksi ini, kita bagi dua kelompok. Tim merah dan tim biru dengan rute yang berbeda," kata pria 24 tahun ini.

Rute tim biru mengitari sepanjang Jalan Tanjungpura, termasuk kawasan Pasar Kapuas. Sedangkan tim merah, mengelilingi sepanjang Jalan H. Rais Arahman dan sekitarnya. Mereka kemudian berkeliling menggunakan sepeda motor seperti sedang berkonvoi.

Komunitas ini, tak hanya ada di Kota Pontianak. Tapi seantero nusantara.

"Berbagi nasi Pontianak terbuka untuk siapapun yang mau menyumbangkan barang sebungkus nasi, membantu masyarakat yang membutuhkan,” imbuhnya.

Ridwan berharap pemerintah juga memandang komunitas ini. Sebab, pembangunan negara dari aspek sosial juga dibutuhkan. “Untungnya hampir di seluruh provinsi se-Indonesia kami ada," demikan kata Ridwan.

Ternyata, Komunitas Berbagi Nasi Pontianak sudah akrab dengan masyarakat. Sebab, hampir empat tahun komunitas ini rutin turun setiap Jumat malam. Kedatangan mereka pun selalu dinanti-nanti. "Udah lamak saye tinggal di sini, tiap Jumat malam saye nunggu mereke buat bise makan nyaman," ujar Yani, 71, pedagang menggunakan gerobak.

Nenek 71 tahun ini sudah puluhan tahun meninggalkan kampung halamannya di Madura untuk mengais rezeki di Kota Pontianak. Perempuan ini hidup sebatang kara di gerobaknya.

Senada disampaikan Rozak, seorang pemulung. Menurut pria 40 tahun ini setiap Jumat malam dia setia menunggu bersama anaknya di atas gerobak yang sudah di anggap rumah sendiri di depan Gereja Katedral Jalan Pattimura, Pontianak Kota.

"Saye selalu tunggu, karne saye tau mereke-mereke ni pasti datang buat ngasi nasi bungkus, anak saye paling senang kalau udah Jumat, semoge mereke di beri berkah yang banyak oleh Allah" doa Rozak kepada Komunitas Berbagi Nasi dan para donatur.

Sumber: Jawa Pos




BERITA LAINNYA