PINTARIN.COM

PENELITIAN MENGATAKAN, WANITA BERBOKONG BESAR ANAKNYA CENDERUNG CERDAS

Senin, 27 Februari 2017 - 15:48
Ilustrasi

Wanita sebaiknya bersyukur jika memiliki bokong yang besar. Berdasarkan penelitian, wanita yang berbokong besar dan tubuh berlekuk cenderung akan melahirkan bayi yang cerdas.

Pemimpin penelitian ini, profesor Will Lassek, ahli epidemiologi kesehatan masyarakat dari Universitas Pittsburgh, Pennsylvania, mengatakan, lemak yang terdapat pada bokong merupakan sumber untuk mengembangkan otak bayi.

Penelitian menunjukkan bahwa lemak pada bokong mengandung DHA (docosahexaenoic acid), yang sangat diperlukan untuk perkembangan otak bayi. DHA itu akan ditransfer ke otak bayi ketika ibunya menyusui.

"Sepertinya wanita telah berevolusi untuk mengumpulkan lemak pada bokong sampai mereka memiliki bayi,” kata Lassek seperti dikutip dari Dailymail.co.uk.

Menurut peneliti, hal ini menjadi jawaban mengapa wanita memiliki lebih banyak lemak di tubuh, yaitu sekitar 30 persen lemak dari berat total tubuh mereka. Sedangkan pria, rata-rata hanya 5-10 persen lemak tubuh.

Tak perlu takut dengan bertambahnya berat badan ketika hamil. Lemak berlebih itu pun akan berkurang ketika wanita telah menyusui bayinya. Lassek mengatakan, wanita yang menyusui biasanya kehilangan satu pon lemak (setengah kilogram) dalam sebulan.

Sementara itu, David Bainbridge, seorang ahli biologi reproduksi di Universitas Cambridge mengatakan, ia pun kini menemukan alasan mengapa banyak pria menyukai wanita dengan tubuh berlekuk dan berisi seperti penyanyi Jennifer Lopez.

Pada tahun 2009, para peneliti di Universitas St Andrews di Skotlandia pun menyimpulkan bahwa pria lebih tertarik pada wanita bertubuh curvy atau yang lebih berisi karena dianggap lebih sehat.

"Wanita dengan paha yang besar memiliki banyak lipid ASI (lemak). Bahkan ada bukti bahwa anak-anak mereka akan lebih cerdas,” kata David.

Klik juga:
FOTO-FOTO PASANGAN YANG CINTANYA TAK TERGERUS MASA

SUPLAI LEMAK DAN OTAK BAYI
Sebuah studi dari University of Pittsburgh menemukan perkembangan otak bayi bergantung pada suplai lemak yang berada di bokong dan paha ibu mereka. Dan jumlah lemak tadi bisa jadi memiliki pengaruh langsung pada kecerdasan anak.

"Lemak pada area ini adalah depot untuk membangun otak bayi," ujar William D. Lassek, M.D penulis Why Women Need Fat kepada The Sunday Times. Lemak menyuplai senyawa yang dikenal dengan nama docosahexaenoic acid (DHA) yang menurut Lassek adalah "salah satu komponen paling penting di otak manusia."

Bayi membutuhkan asam lemak omega-3 untuk perkembangan sistem saraf dan mata pada enam bulan pertama kehidupan mereka. Senyawa ini juga ditemukan dalam air susu ibu.

Menurut studi ini, "Lemak tubuh bagian atas memiliki efek negatif dan lemak tubuh bagian bawah memiliki efek positif dalam mensuplai rantai panjang asam lemak tak jenuh ganda yang sangat penting untuk perkembangan saraf. Karenanya, rasio lingkar pinggang bisa memprediksikan kemampuan kognitif seorang wanita dan keturunannya."

Studi ini juga menekankan, "Lemak tak biasa dan pola penyimpanan lemak dari wanita usia produktif bisa jadi adalah hasil dari seleksi alami kemampuan mereka menyokong perkembangan saraf fetus dan bayi--seleksi tekanan yang jauh lebih rendah pada primata jenis lain."

Jadi, sekarang kita tahu bahwa keluhan wanita tentang paha atau bokong mereka yang--mereka rasa--terlalu besar bukanlah masalah lagi, melainkan suatu bentuk evolusi.

Sumber: National Geographic / Liputan 6




BERITA LAINNYA